Mengelola Kegalauan Menjadi Kedewasaan

January 26, 2012 § Leave a comment

Pada saat sekarang ini, “galau” merupakan kata yang tidak asing lagi untuk kita dengar, bahkan dikalangan remaja menjad ibahasa yang “nge-trand” dikala mereka mendapat suatu masalah. Galau bias muncul karena mereka-mereka yang yang kurang terpuaskan masa kanak-kanaknya, sehingga memicu hormon-hormon dalam tubuhnya untuk melakukan hal-hal yang belum terpuaskan.

Sebenarnya penyebab utama kegalauan adalah masalah yang dating kepada diri kita, namun bukan berarti kita berhenti beraktifitas justru dengan beraktifitas, kita bias menghilangkan kegalauan dihati kita. Beberapa tips atau saran ketika kita dilanda kegalauan. Pertama, ketika kita sedang galau jangan malah berhenti beraktifitas. Misalnya, dengan mengurung diri di kamar sampai lupa makan, lupa mandi ini biasanya terjadi pada remaja yang baru putus cinta. Justru denga kesendirian itulah kita akan merasa sendiri dan kesepian yang akhirnya akan teringat dengan masalah yang sedang melanda kita. Hal-hal kecil yang dapat kita lakukan misalnya, mendengarkan musik, nonton film, atau karokean bersama teman-teman kita. Selain itu, apabila kita mempunyai hobi tuangkan kegalauan kita lewat hobi kita. Bagi mereka yang suka menggambar, main alat musik, atau menulis dan yang mempunyai hobi yang lain. Lakukanlah aktifitas itu sehingga akan membuat kita sedikit lupa dengan masalah.

Kedua, biasanya untuk orang-orang tertentu ketika dilanda kegalauan mereka suka curhat (curahan hati) kepada orang-orang yang dianggap bisa menjaga rahasianya. Tetapi perlu diingat, kita jangan sembarangan curhat kepada orang lain, karena teman yang dianggap oleh kita baik belum tentu bisa menjaga rahasia kita. Orang yang paling aman untuk diajak curhat adalah kelurga kita sendiri, misalnya ibu, ayah, kakak atau adik kita sendiri.

Ketiga, kita niatkan dalam hati bahwa masalah harus dihadapi bukan untuk disesalkan. Tekadkan dalam hati bahwa kita tidak boleh berlarut-larut dengan masalah, karena masalah bukan untuk dipikirkan tetapi justru harus diselesaikan. Ketika tugas kita menumpuk, buat sekejul tugas yang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Dengan adanya masalah kita akan berlatih bagaimana cara menyelesaikan masalah itu, saat itu pula kita sedang dalam proses menuju pendewasaan.

sumber : kompasiana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Mengelola Kegalauan Menjadi Kedewasaan at SiapSob.

meta