Suplemen yang Dibutuhkan Bumil

January 27, 2012 § 1 Comment

SAAT hamil, ibu hamil perlu memerhatikan kondisi tubuh agar kelak bayinya lahir dengan selamat dan sehat. Untuk itu, perlukah bumil mengonsumsi suplemen sepanjang kehamilan?

Gizi Baik, Tak Perlu!

Pada prinsipnya, bumil yang bergizi baik dan tercukupi asupan makanannya, pemberian suplemen multivitamin secara rutin tidak direkomendasikan! Demikian diutarakan dr Arietta Pusponegoro SpOG, staf pengajar Dept. Obstetri & Ginekologi FKUI/RSCM.

Keadaan Tertentu, Iya!

Namun ada beberapa keadaan yang memerlukan pemberian suplemen multivitamin, misalnya: kehamilan kembar, defisiensi zat besi, bumil malnutrisi, bumil gizi buruk, bumil vegan (hanya makan dan minum produk nabati), bumil perokok aktif maupun pasif, bumil yang mengonsumsi alkohol, dan bumil yang menderita epilepsi.

Komposisi multivitamin yang umumnya disarankan dokter kandungan adalah 250 mg Kalsium, 30-60 mg Zat Besi, 2 mg Tembaga, 15 mg Zinc, 10 µg Vitamin D, 50 mg Vitamin C, 2 mg Vitamin B6, 2µg Vitamin B12, dan 300 µg Asam Folat.

Sementara suplemen yang direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan RI adalah Zat Besi dan Asam Folat.

Turunkan Risiko Komplikasi

Berdasarkan penelitian yang ada, suplemen mikronutrien dapat berguna untuk mengurangi angka kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas) BuMil secara langsung yakni dengan mengobati penyakit pada kehamilan, atau secara tidak langsung dengan menurunkan risiko dari komplikasi saat kehamilan dan persalinan. Misalnya, pemberian asam folat dapat menurunkan risiko terjadinya kelainan pembentukan tabung saraf (neural tube defect).

Kapan Suplemen Dikonsumsi?

“Tidak ada batasan jelas tentang frekuensi atau seringnya pemberian suplemen, namun biasanya dokter akan menghitung jumlah asupan total yang harus diterima BuMil selama kehamilan sesuai dengan standar yang ada,” jelas dr Arietta.

Menurutnya, sebagian besar suplemen dapat diberikan secara teratur setiap hari selama kehamilan, namun untuk suplemen seperti asam folat sebaiknya diberikan pada trimester pertama atau bahkan sebelum terjadinya kehamilan (persiapan kehamilan).

Kementerian Kesehatan RI menyarankan, tablet besi dan asam folat dikonsumsi sebanyak masing-masing 1 tablet setiap hari selama 90 hari dalam kehamilan.

Penting untuk Diperhatikan!

Semua jenis suplemen sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan anjuran asupan yang sudah direkomendasikan. Bila kelebihan maka dapat terjadi efek samping.

“Beberapa hal lain yang juga harus diperhatikan adalah suplemen yang mengandung kafein dan alkohol sebaiknya tidak dikonsumsi oleh bumil. Pemberian suplemen kalsium sebaiknya tidak bersamaan dengan waktu makan dan tidak bersamaan dengan waktu konsumsi zat besi, karena kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebaiknya suplemen kalsium dikonsumsi saat malam hari sebelum tidur,” sarannya.

Manfaat Suplemen bagi Bumil

Kalsium

Selain penting untuk kesehatan tulang, kalsium berfungsi untuk mengurangi risiko hipertensi selama kehamilan dan berat bayi lahir rendah.

Kebutuhan kalsium selama kehamilan adalah sebanyak 800 mg. Kalsium dapat diperoleh dari susu, dan produk- produk susu seperti keju, yogurt, biskuit-biskuit yang mengandung susu (perhatikan batas kadaluarsa pada kemasan).

Zat Besi

Zat besi mengurangi risiko terjadinya anemia, juga berperan dalam pembentukan sel darah merah atau hemoglobin (yang mengangkut oksigen dalam tubuh). Selain itu, zat besi juga mengurangi risiko kelahiran pre-term, berat bayi lahir rendah, dan kematian bayi.

Makanan yang tergolong zat besi adalah daging merah yang dapat diperoleh dari daging sapi, kacang-kacangan, sayuran hijau.

Zinc

Mengurangi risiko kelainan kongenital atau kecacatan, pre eklampsia, kelahiran pre-term, berat bayi lahir rendah, IUFD (Intrauterine Fetal Death) atau kematian janin dalam kandungan.

Yodium

Iodine dapat mengurangi risiko kematian bayi, mencegah terjadinya kretinisme pada bayi (perawakan pendek dan cacat mental), dan retardasi mental pada bayi baru lahir.

Bisa diperoleh dari garam yang mengandung yodium (garam beryodium).

Selenium

Selenium berfungsi sebagai antioksidan untuk melawan kerusakan sel akibat radikal bebas dan mencegah terjadinya kardiomyopati (Keshan disease), kecacatan pada otak dan tulang belakang (neural tube defect), dan kelahiran pre-term. Selenium dapat diperoleh dari daging, beras, telur.

Vitamin A

Vitamin A untuk ibu dan bayi berguna sebagai imunomodulator bagi kekebalan mukosa. Namun penggunaannya tidak boleh terlampau banyak. Selain itu vitamin A juga dapat mencegah risiko kematian ibu, kelahiran pre-term, IUGR (Intrauterine Growth Retardation) atau pertumbuhan janin terhambat, berat bayi lahir rendah, dan perdarahan.

Sumber vitamin A dapat diperoleh dari wortel, labu, sayuran hijau. Sebaiknya konsumsi vitamin A ini jangan berlebihan. Dalam jumlah yang sangat besar, vitamin A dapat menimbulkan cacat dan keracunan organ hati bayi dalam kandungan.

Wanita hamil tidak boleh mengambil suplemen vitamin A dalam bentuk tablet tanpa petunjuk dokter dan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi hati karena hati mengandung banyak vitamin A. Jumlah maksimum asupan vitamin A bagi ibu hamil adalah 10.000 IU

Vitamin D

Vitamin D berguna untuk membantu penyerapan kalsium sehingga membantu menjaga kepadatan tulang. Vitamin D diperoleh dari keju, margarin.

Vitamin B12

Membantu perkembangan otak dan saraf janin. Biasanya diberikan bersama dengan asam folat untuk mengurangi risiko terjadinya anemia megaloblastik.

Asam Lemak Omega 3

Membantu perkembangan sistim saraf bayi dan untuk mencegah sakit jantung pada BuMil. Omega 3 ini bisa diperoleh dari ikan salmon.

Asam Folat

Asam folat dibutuhkan ibu hamil untuk perkembangan janin dan mencegah kecacatan pada otak dan tulang belakang.

Kebutuhan asam folat untuk wanita hamil adalah berkisar antara 500 – 1000 µg/hari. Bagi ibu-ibu yang pernah melahirkan bayi dengan kelainan susunan saraf pusat dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat dengan dosis 4000 µg (4 mg)/hari, dimulai sejak 1 bulan sebelum hamil sampai dengan usia hamil 3 bulan.

Rekomendasi yang dianjurkan terbagi dalam dosis profilaksis 0,4 mg / hari untuk wanita usia reproduksi. Bila ibu pernah melahirkan bayi dengan kelainan susunan saraf pusat, dosisnya meningkat menjadi 4 mg/hari, dimulai sejak 1 bulan sebelum rencana kehamilan sampai dengan trimester pertama.

Asam folat dapat diperoleh dari kacang-kacangan, sayuran berwarna hijau seperti brokoli, buah-buahan segar.

(Sumber: Mom & Kiddie)

§ One Response to Suplemen yang Dibutuhkan Bumil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Suplemen yang Dibutuhkan Bumil at SiapSob.

meta